Cakap Menulis Bagi Bukan Penulis Coaching Menulis NLP 

Cakap Menulis Bagi Bukan Penulis

Jalan literasi itu jalan sunyi. Jika tak berjalan sendiri, kadang hanya karya tulisan yang berjalan, dan tak ada yang menyapa. Karya tulisan itu pun kerap tak berjumpa pembaca. Entah, ke mana mereka pergi. Meski sunyi, samar-samar tersingkap orang-orang mengintip dan mencari tahu. “Bolehkah kami mendekat?” Boleh, tentu saja boleh. Dan tetap sunyi. Mereka tak urung mendekat. “Bolehkah kami terlibat?” bisik yang lain, yang bisikannya hanya terwakili oleh gesekan kaki yang batal melangkah. Boleh, ya boleh. Mari, bergabung saja. Dan tetap sunyi. Kaki itu tak juga merangsek. Justru kembali ke titik…

Read More
Mengais Ide Tercecer Lalu Merefleksikannya Coaching Jurnalistik Menulis NLP 

Mengais Ide Tercecer Lalu Merefleksikannya

“Hanya jika anda bisa menyelesaikan tugas ini, anda boleh masuk ke kelas saya nanti,” ujar saya tanpa basa-basi. Pagi itu pembukaan pelatihan menulis untuk mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala, Gunung Sitoli-Nias, Sumatera Utara. Oleh Pastor Kamilus Pantus, Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), penyelenggara kegiatan, saya diundang maju untuk memperkenalkan diri. Selain saya, ada tiga teman yang juga diminta memperkenalkan diri. Ada Pak Margana dan Mas Kevin, keduanya Tim Komsos KWI, dan Pak Errol Jonathans, Direktur Utama Radio Suara Surabaya, yang akan menjadi pemateri…

Read More
Banyak Jalan Sampai Akhir Copywriting Jurnalistik NLP 

Banyak Jalan Sampai Akhir

Protes datang dari seorang peserta pelatihan menulis yang saya bawakan untuk mahasiswa STP Dian Mandala Gunung Sitoli, Nias, pekan lalu. Hardiknya, “Pak, gambar baju yang Bapak pakai mengganggu fokus saya!” Sekelas tertawa. Saya nyaris tertawa sebelum mencermati ekspresi wajah di pemrotes yang jauh dari bercanda. Ia berusaha memalingkan wajah dan tatapan matanya dari saya. Hari itu saya memakai kaos oblong putih pemberian Endi Teguh Syah. Gambar depan berupa foto diri saya mengenakan kemeja putih dan dasi. Formal. Di atas foto ada tulisan besar “AA Kunto A”. Di bagian bawah foto…

Read More
Belajar Jurnalistik untuk Non Jurnalis Coaching Copywriting Jurnalistik Menulis NLP 

Belajar Jurnalistik untuk Non Jurnalis

“Belajar jurnalistik untuk apa?” “Saya tidak mau jadi jurnalis, ngapain belajar jurnalistik?”   Dua pertanyaan itu kerap tertuju pada saya. Mereka bertanya setelah melihat aktivitas saya yang kerap terbang ke beberapa kota untuk mengajar di pelatihan jurnalistik. Ketika saya masih aktif sebagai jurnalis, aktivitas itu terlihat wajar menurut mereka: mengajar jurnalistik supaya peserta menjadi jurnalis. Nah, ketika saya tidak lagi aktif sebagai jurnalis untuk suatu media massa, untuk apa saya mengajar jurnalistik. Tidak wajar menurut mereka: jika tidak untuk menjadi jurnalis, ngapain mesti belajar jurnalistik? Dengan tenang saya jawab pertanyaan…

Read More
Batch #4 Bali: Magnetic-Selling Copywriting Workshop Coaching Copywriting Menulis NLP 

Batch #4 Bali: Magnetic-Selling Copywriting Workshop

Pembeli itu manusia. Manusia itu maunya banyak, nggak maunya juga banyak. Mengubah nggak mau jadi mau juga banyak cara. “Copywriting script” yang banyak betebaran dan banyak dihapal itu hanya sebagian dari banyak cara. Pembeli yang cerdas sudah hapal pola “copywriting hapalan” itu. Mereka sudah tidak mempan di-covert dengan story telling hasil kutipan. Dari judul, lead, hingga struktur penulisannya, mereka sudah bisa menebak ujungnya ke mana. Menghadapi pembaca yang kian cerdas diperlukan kreativitas lebih tinggi untuk menjangkaunya…   MENEMBUS NALURI, MEMFILTER NALAR Naluri pembeli ada dua. Pertama, semakin ditawari semakin lari….

Read More
Mengapa Saya Keras Bawakan Pelatihan Menulis? Coaching Menulis NLP Personal Branding 

Mengapa Saya Keras Bawakan Pelatihan Menulis?

Sampai ada teman berkomentar begini, “Siap mental kalau ikut kelas online-nya Mas Kunto. Dia pengikut garis keras!” Tak bisa saya cegah, kesan itu meluas di kalangan teman-teman pembelajar “menulis berbasis NLP” yang kelasnya saya ampu. Tak perlu saya sanggah karena kesan itu benar adanya. Mereka menyimpulkan begitu tentu ada latar belakangnya.   Berlatih sulit supaya mudah Suatu ketika saya telusuri sumber kesan itu. Rupanya, mereka mengatakan begitu karena dari beberapa kali saya menyelenggarakan pelatihan menulis secara online saya bersikap keras. Mulai dari masuk, saya menyeleksi peserta. Hanya peserta yang mau…

Read More
Workshop di Bali: Magnetic-Selling Copywriting Coaching Copywriting NLP 

Workshop di Bali: Magnetic-Selling Copywriting

Hadir kembali, batch 34 di Kota Denpasar, Bali! MAGNETIC SELLING COPYWRITING WORKSHOP! Ilmu mempengaruhi pikiran orang lewat kata-kata, membuat pembeli tak bisa mengelak dan pasti beli/closing dengan hypnotic selling. Kuasai ilmu Magnetic-Selling Copywriting & kunci-kunci menulis iklan, broadcast, status, dan promosi lain yang memikat pembeli dengan mempengaruhi pikiran bawah sadar mereka.Dapatkan rahasia mengenai: *Story telling for magnetic-selling *Hypnotic Language Pattern * Nested Loop: pastikan closing dengan landing sempurna * Neuro-logical level: bikin pembeli gak bisa mengelak dan pasti beli/join *Dan teknik-teknik lain berbasis NLP (Neuro-Linguistic Programming) Saturday, May 27th 2017 Info…

Read More
Menulis Teks Pidato yang Hidup Coaching Menulis NLP story writing 

Menulis Teks Pidato yang Hidup

Pidato, bolehkah dengan membaca teks? Tentu boleh. Dengan membaca? Ya, dengan membaca. Di kelas-kelas public speaking, pidato dengan membaca diajarkan. Tujuannya sederhana: supaya tidak terdengar membaca meski memang terlihat membaca. Neh, itu tentang membacakan pidato tertulis. Bagaimana dengan menulis pidato untuk dibacakan? Ini ilmu yang berbeda. Tidak secara khusus diajarkan di kelas public speaking karena umumnya public speaking trainer berlatar pembicara. Bukan penulis. Saya, karena berlatar belakang penulis, yang senang berbicara di depan publik, mempelajari secara khusus metode yang tidak diajarkan di kelas public speaking tersebut. Dari pembelajaran tersebut saya…

Read More
Bangun, Selesaikan! Buku Coaching Menulis NLP Pelatihan Menulis Buku 

Bangun, Selesaikan!

Menulis, bagi yang bukan penulis, terasa seperti siang dalam bayang-bayang hantu. Terang namun terasa gelap. Riuh namun sunyi mencekam. Optimistis sekaligus ingin pasrah. Lebih-lebih menulis buku. Mereka yang bukan penulis merasa deg-degan ketika bicara tentang impiannya menulis buku. “Idenya sudah di kepala semua. Tinggal menuangkan,” dengan mata berbinar-binar mereka tampak begitu gembira.   Turunkan impian dekati kenyataan Dulu, ketika belum kenal NLP (neuro-linguistic programming) dan kemudian memperdalam coaching, saya berpikir bahwa ungkapan seperti itu adalah pertanda bahwa coachee saya tinggal dipecut sedikit untuk mewujudkannya. Rasanya berbunga-bunga tatkala membayangkan tak berapa…

Read More
Kecerdasan Buatan Lahirkan Penulis Virtual Coaching Menulis NLP 

Kecerdasan Buatan Lahirkan Penulis Virtual

ChatBot membuktikan, kecerdasan buatan (artificial intelligence) bukan isapan jempol. Chatbot bernama Tay pada Twitter lontaran Microsoft itu menunjukkan cuitan tanpa campur tangan manusia sudah bisa diwujudkan. Ia menulis sendiri berdasarkan data yang direkam dari aktivitas manusia. Sayang, pada tahap uji coba, perkataan yang ia lontarkan sangat rasis. Apa artinya? Artinya, aktivitas manusia yang terekam sebelumnya didominasi oleh perkataan rasis. Chatbot hanya memantulkan wajah manusia. Jurnal Science, dalam rilis 14 April 2017 berjudul “Semantics derived automatically from language corpora contain human-like biases” menyebutkan, karena yang dipelajari adalah perilaku manusia, maka kecerdasan…

Read More