You are here
Everything Needs Copywriting, Everyone Must Be Copywriter Copywriting NLP 

Everything Needs Copywriting, Everyone Must Be Copywriter

 

Keliru, orang menolak belajar “public speaking” dengan alasan, “Saya tidak mau jadi pembicara.”

Keliru, orang menolak belajar “financial planning” dengan alasan, “Saya tidak mau jadi perencana keuangan.”

Keliru, orang menolak belajar “creative writing” dengan alasan, “Saya tidak mau jadi penulis.”

Keliru, orang menolak belajar “copywriting” dengan alasan, “Saya tidak mau berjualan.”

Keliru, orang menolak belajar “politic” dengan alasan, “Saya tidak mau jadi politisi.”

Keliru, orang menolak belajar “auditing” dengan alasan, “Saya tidak mau jadi orang yang tugasnya mencari-cari kesalahan.”

 

Tapi ya bisa dimaklumi jika ada penganut aliran keliru itu. Akarnya mudah ditelusuri kok. Mereka adalah,

Orang yang kuliah hanya demi dapatkan ijazah.

Orang yang hanya mengizinkan sarjana hukum jadi pengacara, sarjana teknik mesin jadi montir, sarjana pertanian jadi pencangkul, sarjana farmasi jadi peracik obat, sarjana biologi jadi pengepul renik, dan sarjana filsafat jadi pelamun…

Orang yang suka nyinyir sarjana kok hanya jadi ibu rumah tangga, master kok hanya jadi karyawan, … atau pinter-pinter kok jadi pedagang…

Virginy Stoner 20170527_124825

Ya… ya… ya…

Itu ketika BUMI MASIH BUNDAR. Itu ketika semua dipandang secara linear.

Namun, ketika DUNIA SUDAH DATAR seperti sekarang, yakni ketika teknologi digital mengoneksikan setiap manusia di seluruh penjuru dunia secara mudah, cepat, dan dekat, maka pemahaman seperti di atas tidak lagi berlaku.

Dalam arti metaforis, DUNIA SUDAH DATAR menjadikan keilmuan dan pengetahuan bisa silang-manfaat. Termasuk, kecakapan dalam menulis COPYWRITING sudah jadi standar bagi siapa pun yang hidupnya terhubung lewat media sosial, email, dan jejaring komunikasi digital lainnya.

COPYWRITING pun tak lagi sebatas untuk jualan barang atau jasa. IDE, GAGASAN, PEMIKIRAN, IDEOLOGI, pun sangat mengandalkan kemampuan COPYWRITING supaya diterima khalayak. Maka, kecakapan COPYWRITING sudah sepantasnya dikuasai bukan hanya oleh mereka yang bekerja di periklanan atau menjalankan bisnis jual-beli. Tidak! Copywriting sudah selayaknya dikuasai oleh siapa pun, siapa pun, sekali lagi siapa pun, yang ingin MEMPENGARUHI ORANG UNTUK SESUATU TUJUAN TERTENTU.

Inilah penjelasan ringkas saya ketika ada yang bertanya, “Jika saya bukan pebisnis atau pedagang, apa manfaat terbaik yang saya peroleh dengan mengikuti MAGNETIC-SELLING COPYWRITING WORKSHOP di Denpasar, 17 Juni 2017?”

Selain jawaban di atas, saya bilang begini:

Tanpa kuasai MAGNETIC-SELLING COPYWRITING, persuasi bahkan provokasi anda tentang ide tertentu pasti ditolak. Orang-orang sudah pinter. Mereka bakal menolak ketika dipinterin!

Maka, mesti cerdas supaya ide brilian mudah diterima bahkan oleh mereka yang menolak sekali pun!

 

Bali, 5 Juni 2017
@AAKuntoA
CoachWriter
www.dokudoku.id

Hanya bagi yang mau boleh buka ini.

Related posts