You are here
Bagus Mana, Menulis dengan Kalimat Panjang atau Pendek? Coaching Jurnalistik Menulis NLP 

Bagus Mana, Menulis dengan Kalimat Panjang atau Pendek?

Lebih baik menulis dengan kalimat panjang atau pendek? Begitu lebih kurang diskusi pendek di sebuah grup penulis yang tanggapannya bisa saya perpanjang berikut ini: Menurut saya, lepas dari baik mana, setiap hal ada atau diciptakan pasti ada maksudnya. Termasuk, kalimat panjang ada maksudnya. Demikian pula pendek. Saat saya belajar pola bahasa hipnotik yang dicetuskan oleh Milton Erickson, saya jadi tahu apa kegunaan pesan, baik lisan maupun tulisan, panjang yang sebelumnya saya tidak tahu dan ketika kemudian saya tahu saya jadi terbuka bahwa tulisan panjang secara sengaja dapat digunakan untuk menyampaikan…

Read More
Mengais Ide Tercecer Lalu Merefleksikannya Coaching Jurnalistik Menulis NLP 

Mengais Ide Tercecer Lalu Merefleksikannya

“Hanya jika anda bisa menyelesaikan tugas ini, anda boleh masuk ke kelas saya nanti,” ujar saya tanpa basa-basi. Pagi itu pembukaan pelatihan menulis untuk mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala, Gunung Sitoli-Nias, Sumatera Utara. Oleh Pastor Kamilus Pantus, Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), penyelenggara kegiatan, saya diundang maju untuk memperkenalkan diri. Selain saya, ada tiga teman yang juga diminta memperkenalkan diri. Ada Pak Margana dan Mas Kevin, keduanya Tim Komsos KWI, dan Pak Errol Jonathans, Direktur Utama Radio Suara Surabaya, yang akan menjadi pemateri…

Read More
Banyak Jalan Sampai Akhir Copywriting Jurnalistik NLP 

Banyak Jalan Sampai Akhir

Protes datang dari seorang peserta pelatihan menulis yang saya bawakan untuk mahasiswa STP Dian Mandala Gunung Sitoli, Nias, pekan lalu. Hardiknya, “Pak, gambar baju yang Bapak pakai mengganggu fokus saya!” Sekelas tertawa. Saya nyaris tertawa sebelum mencermati ekspresi wajah di pemrotes yang jauh dari bercanda. Ia berusaha memalingkan wajah dan tatapan matanya dari saya. Hari itu saya memakai kaos oblong putih pemberian Endi Teguh Syah. Gambar depan berupa foto diri saya mengenakan kemeja putih dan dasi. Formal. Di atas foto ada tulisan besar “AA Kunto A”. Di bagian bawah foto…

Read More
Belajar Jurnalistik untuk Non Jurnalis Coaching Copywriting Jurnalistik Menulis NLP 

Belajar Jurnalistik untuk Non Jurnalis

“Belajar jurnalistik untuk apa?” “Saya tidak mau jadi jurnalis, ngapain belajar jurnalistik?”   Dua pertanyaan itu kerap tertuju pada saya. Mereka bertanya setelah melihat aktivitas saya yang kerap terbang ke beberapa kota untuk mengajar di pelatihan jurnalistik. Ketika saya masih aktif sebagai jurnalis, aktivitas itu terlihat wajar menurut mereka: mengajar jurnalistik supaya peserta menjadi jurnalis. Nah, ketika saya tidak lagi aktif sebagai jurnalis untuk suatu media massa, untuk apa saya mengajar jurnalistik. Tidak wajar menurut mereka: jika tidak untuk menjadi jurnalis, ngapain mesti belajar jurnalistik? Dengan tenang saya jawab pertanyaan…

Read More
Pokemon Go VS Go Kepomen! Coaching Jurnalistik Menulis Uncategorized 

Pokemon Go VS Go Kepomen!

Alih-alih setuju atau menolak, saya memilih untuk memodifikasinya sebagai sarana belajar. Didukung oleh dua sahabat Dokter Agung dan Kintoko, kami mengubah Pokemon Go menjadi Kepomen Go. Bersyukur, Kepala SMP St Angela Bandung, Sr Yayah OSU mengizinkan 475 siswa-siswinya memainkan “permainan bergerak berbasis augmented reality” di lingkungan sekolah. Dua hari, 21-22 Juli 2016, kami memainkannya dalam acara Journalistic Camp yang diikuti seluruh siswa kelas 7,8, dan 9, yang juga didampingi seluruh guru tersebut. Seru, anak-anak sangat antusias memainkannya. Padahal, baru sebagian yang sudah memainkannya sebelumnya. Alhasil, dalam dua hari saja seluruh…

Read More