You are here
Obituari, Seni Menulis Kematian Secara Hidup Coaching Menulis NLP 

Obituari, Seni Menulis Kematian Secara Hidup

Seketika, kabar kematian itu menyebar cepat lewat jejaring komunikasi. Seketika keterkejutan meluas… “Hah, yang bener?” “Meninggal? Kenapa?” “Siapa sih dia?” Beragam tanggapan bersahutan. Sederet pertanyaan bergelantungan. Lalu keluarga menerima banjir ucapan standar, “Turut berduka cita… Semoga….” Tentu, ucapan seperti itu berharga bagi keluarga yang ditinggalkan. Memberi penghiburan, terutama jika kematian yang dihadapi begitu mendadak. Untuk sesaat, penghiburan itu cukup. Namun, untuk selanjutnya, mereka yang ditinggalkan itu memerlukan penguatan yang lebih, terutama dari aspek mental. Bagaimana pun, sesiap apa pun, kematian tetap saja peristiwa yang mengaduk perasaan. Kematian tetaplah kehilangan, terlebih…

Read More
Banyak Orang Belum Menyadari Ini Buku Coaching Copywriting Menulis NLP 

Banyak Orang Belum Menyadari Ini

“Tapi, saya tidak mau jadi penulis, Mas,” elak seorang klien di awal-awal kami berbincang tentang pentingnya penguasaan kecakapan menulis. Orang tersebut ingin belajar menulis namun tidak ingin menjadi penulis. Dia pun sempat mengira bahwa saya hanya mau melatih orang yang jadi penulis buku.   “Oh, tidak,” saya meluruskan, “Yang saya harapkan menjadi penulis buku adalah mereka yang membeli dan membaca buku saya 7 Steps of Writing Coaching. Buku tersebut memang saya niatkan untuk membantu mereka yang ingin menulis buku secara mudah.   Menulis buku pun tak saya arahkan untuk menulis…

Read More
Attitude-Story Writing: Menulis Mewariskan Sikap Coaching Menulis NLP story writing 

Attitude-Story Writing: Menulis Mewariskan Sikap

BUMN besar itu gusar. Salah seorang pegawainya mau pensiun. Bukan. BUMN itu tidak akan bubar dengan pensiunnya sang pegawai. Sama sekali bukan. Sistem kerja perusahaan itu sudah memberi jaminan siapa pun yang menjalankan perusahaan itu bisa. Sistem juga sudah menyiapkan siapa yang bakal menggantikan pegawai itu, lengkap dengan panduan apa saja yang harus dikerjakan pegawai pengganti. Lalu, apa sumber kegusarannya? Ternyata, alih generasi bukan proses yang sederhana walau sistem sudah menyiapkan sekali pun. Ada aspek khusus yang belum terpenuhi oleh sistem. Aspek khusus itu tentang sikap (attitude). Kita tahu, peran…

Read More
Bagus Mana, Menulis dengan Kalimat Panjang atau Pendek? Coaching Jurnalistik Menulis NLP 

Bagus Mana, Menulis dengan Kalimat Panjang atau Pendek?

Lebih baik menulis dengan kalimat panjang atau pendek? Begitu lebih kurang diskusi pendek di sebuah grup penulis yang tanggapannya bisa saya perpanjang berikut ini: Menurut saya, lepas dari baik mana, setiap hal ada atau diciptakan pasti ada maksudnya. Termasuk, kalimat panjang ada maksudnya. Demikian pula pendek. Saat saya belajar pola bahasa hipnotik yang dicetuskan oleh Milton Erickson, saya jadi tahu apa kegunaan pesan, baik lisan maupun tulisan, panjang yang sebelumnya saya tidak tahu dan ketika kemudian saya tahu saya jadi terbuka bahwa tulisan panjang secara sengaja dapat digunakan untuk menyampaikan…

Read More
Sesat Alur dalam Menulis: Cek Peta! Coaching Menulis NLP 

Sesat Alur dalam Menulis: Cek Peta!

  Selain sesat nalar (logical fallacy), dalam jagat menulis dikenal istilah sesat alur (false plot). Sesat nalar jelas: menghubung-hubungkan premis-premis yang tidak berhubungan. Orang Jawa bilang “othak-athik gathuk” alias mereka-reka supaya tersambung. Bagaimana dengan sesat alur? Secara sederhana, saya membahasakannya sebagai “jebakan akibat tak jelas tujuan”. Terbayang kan? Sesat pertama adalah tujuan yang tak jelas atau sama sekali tak punya tujuan. Padahal, sejatinya, tanpa tujuan tak bakal tersesat. Sebab, hanya yang bertujuan yang bisa sesat. Akibat sesat pertama itu masuklah ke labirin penuh jebakan. Dalam menulis, labirin jebakan itu bisa…

Read More
Memori Episodik: Tumpuk Aja Nggak Papa Coaching Menulis NLP 

Memori Episodik: Tumpuk Aja Nggak Papa

  Anak-anak, dalam usia emasnya, bisa belajar begitu cepat akan banyak hal sekaligus. Mereka sepertinya hanya mengamati dan mendengarkan, dan seketika belum paham apa yang mereka amati dan dengarkan itu. Tahu-tahu, di waktu tertentu kelak kemudian hari, mereka menguasai sesuatu tanpa diketahui kapan persisnya mereka belajar. Bagaimana orang dewasa bisa belajar secepat dan sebanyak anak-anak di usia yang kerap disebut sebagai usia dengan keterbatasan kapasitas? Saya tersihir oleh pertanyaan ini. Ada banyak pengalaman yang saya jumpai sampai akhirnya saya setuju untuk turut mempertanyakan ini. Pengalaman itu hadir di ruang training…

Read More
Standar Bayaran: Saya Subsidi Coaching NLP Pelatihan Menulis Buku 

Standar Bayaran: Saya Subsidi

Di luar materi pelatihan, pembicaraan yang hangat dengan panitia penyelenggara adalah tentang, “Berapa fee pembicaranya, Mas?” Awalnya, pembicaraan seperti ini bikin kikuk. Rasanya tak nyaman untuk dibicarakan. Namun, jika tak dibicarakan di depan, akan tidak nyaman di belakang. Saya kemudian belajar, hal seperti ini sudah standar untuk dibicarakan. Meski tidak ada formula baku, atau tidak juga harus dibakukan, namun batasan tetap sebaiknya dibuat. Ukurannya sederhana: profesionalitas. Pekerjaan profesional itu terukur. Materinya terukur, metodenya terukur, hasilnya terukur. Maka, bayarannya pun mesti terukur. Dengan begitu, pengundang juga bisa mengukur kemampuan mereka, apakah…

Read More
Jangan Jualan Jika Ingin Laris Coaching Copywriting NLP 

Jangan Jualan Jika Ingin Laris

Kita hidup di era berkelimpahan sekarang. Kelimpahan yang terutama adalah kelimpahan INFORMASI. Kebingungan kita bukan lagi bagaimana mengais informasi, melainkan mengelola informasi. Dan ini bukan pekerjaan yang ringan. Bayangkan, sebagaimana banjir air… namanya juga banjir… airnya keruh. Untuk menyelamatkan barang-barang berharga yang sudah terendam air tidaklah mudah. Menyelam di dalamnya sekali pun sudah membedakan mana yang berharga dan mana yang tidak. Begitu juga BANJIR INFORMASI. Sejak era media digital “booming”, informasi melimpah-ruah dari segala penjuru. Sumbernya bukan lagi media mainstream seperti koran, channel berita TV/radio, dan portal daring, melainkan dari…

Read More
Cakap Menulis Bagi Bukan Penulis Coaching Menulis NLP 

Cakap Menulis Bagi Bukan Penulis

Jalan literasi itu jalan sunyi. Jika tak berjalan sendiri, kadang hanya karya tulisan yang berjalan, dan tak ada yang menyapa. Karya tulisan itu pun kerap tak berjumpa pembaca. Entah, ke mana mereka pergi. Meski sunyi, samar-samar tersingkap orang-orang mengintip dan mencari tahu. “Bolehkah kami mendekat?” Boleh, tentu saja boleh. Dan tetap sunyi. Mereka tak urung mendekat. “Bolehkah kami terlibat?” bisik yang lain, yang bisikannya hanya terwakili oleh gesekan kaki yang batal melangkah. Boleh, ya boleh. Mari, bergabung saja. Dan tetap sunyi. Kaki itu tak juga merangsek. Justru kembali ke titik…

Read More
Mengais Ide Tercecer Lalu Merefleksikannya Coaching Jurnalistik Menulis NLP 

Mengais Ide Tercecer Lalu Merefleksikannya

“Hanya jika anda bisa menyelesaikan tugas ini, anda boleh masuk ke kelas saya nanti,” ujar saya tanpa basa-basi. Pagi itu pembukaan pelatihan menulis untuk mahasiswa Sekolah Tinggi Pastoral (STP) Dian Mandala, Gunung Sitoli-Nias, Sumatera Utara. Oleh Pastor Kamilus Pantus, Sekretaris Eksekutif Komisi Komunikasi Sosial (Komsos) Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), penyelenggara kegiatan, saya diundang maju untuk memperkenalkan diri. Selain saya, ada tiga teman yang juga diminta memperkenalkan diri. Ada Pak Margana dan Mas Kevin, keduanya Tim Komsos KWI, dan Pak Errol Jonathans, Direktur Utama Radio Suara Surabaya, yang akan menjadi pemateri…

Read More