You are here
Bagus Mana, Menulis dengan Kalimat Panjang atau Pendek? Coaching Jurnalistik Menulis NLP 

Bagus Mana, Menulis dengan Kalimat Panjang atau Pendek?

Lebih baik menulis dengan kalimat panjang atau pendek? Begitu lebih kurang diskusi pendek di sebuah grup penulis yang tanggapannya bisa saya perpanjang berikut ini:

Menurut saya, lepas dari baik mana, setiap hal ada atau diciptakan pasti ada maksudnya. Termasuk, kalimat panjang ada maksudnya. Demikian pula pendek.

Saat saya belajar pola bahasa hipnotik yang dicetuskan oleh Milton Erickson, saya jadi tahu apa kegunaan pesan, baik lisan maupun tulisan, panjang yang sebelumnya saya tidak tahu dan ketika kemudian saya tahu saya jadi terbuka bahwa tulisan panjang secara sengaja dapat digunakan untuk menyampaikan pesan umum, yang berlaku universal, yang tidak untuk dibantah, yang hanya untuk diterima saja, terutama supaya penerima pesan tidak lagi kritis menerima pesan sehingga apa pun pesan yang masuk bisa mudah dan lancar masuk ke benak penerima pesan dalam hal ini pembaca, yang sesudah pembaca tidak lagi kritis gara-gara dipusingkan oleh kalimat panjang tak berkesudahan plus tidak ada isinya, penulis bisa dengan enteng memasukkan pesan utama saat pembaca gelagepan seperti perenang yang tenggelam dan berusaha menggapai udara dengan menyembul ke permukaan kolam.

Pola bahasa ini disebut milton model. Tepat, merujuk pada nama penciptanya. Milton model itu kalimat berpanjang-panjang. Pembaca sengaja dibuai dalam ketidakjelasan. Pembaca dibikin tidak bisa bernafas karena kalimat tiada berkesudahan. Pembaca tidak sadar, saat ia dipaksa menelan kalimat panjang tanpa jeda nafas itu, asupan oksigen ke otaknya menipis. Otaknya jadi tidak kritis mempertanyakan.

Milton model muncul sebagai lawan dari meta model. Meta model itu bahasa jelas. Kalimatnya pendek-pendek. Sedikit-sedikit titik. Terlalu panjang sedikit saja pembaca ditolong dengan koma.

Tujuannya jelas. Koma adalah saat pembaca jeda tanpa ambil nafas. Titik adalah jeda dengan ambil nafas. Lepas dan ambil nafas artinya asupan udara ke otak lancar. Lancar artinya kerja otak sempurna. Sempurna artinya sadar. Dalam bahasa NLP (Neuro-Linguistic Programming), sadar diartikan sebagai kritis.

Kapan milton model dipakai? Kapan meta model? Tergantung tujuan penulis. Juga tergantung topik yang sedang dibicarakan.

Tujuan seperti apa yang pas disampaikan dengan milton model?

Tujuan seperti apa yang sebaiknya diceritakan dengan meta model?

Topik apa yang pas disampaikan dengan milton model?

Topik seperti apa yang sebaiknya diuraikan dengan meta model?

Pertanyaan-pertanyaan di atas, selain terselip kata-kata kunci pembeda milton model dan meta model, adalah contoh penggunaan meta model.

Anda bingung? Anda sedang terhanyut oleh milton model. Menepilah sebentar dan bernafaslah.

 

Bali, 16 Agustus 2017
@AAKuntoA

Related posts